5 Database Paling Populer Tahun 2025 Untuk Mengelola Data

Halo Troples! Database adalah salah satu hal yang wajib kamu ketahui karena database menjadi alat yang digunakan untuk mengumpulkan data yang paling efektif. Bayangin deh, di era digital kayak sekarang ini, setiap detik ada jutaan data yang berseliweran – mulai dari foto yang kamu upload di Instagram, transaksi belanja online, sampai history chat WhatsApp kamu. Database itu ibarat perpustakaan raksasa di dunia digital, di mana setiap data punya tempatnya masing-masing dan bisa diakses dengan cepat kapan pun kita butuh!

Kalian tahu nggak sih, dunia database itu kayak arena pertarungan yang seru banget? Setiap tahun selalu ada drama, naik turun ranking, dan tentunya inovasi-inovasi gila yang bikin kita semua terpukau. Nah, kali ini kita bakal ngobrolin 5 jagoan database yang lagi happening banget di tahun 2025!

Berdasarkan data terbaru dari DB-Engines Q1 2025 dan Stack Overflow Developer Survey, yuk kita kenalan sama para juara dunia database ini. Siap-siap, karena ini bakal jadi petualangan yang seru!

  1. Oracle

Oracle adalah database relasional yang menggunakan SQL (Structured Query Language) untuk mengelola data dengan struktur tabel yang terorganisir. Oracle dirancang khusus untuk aplikasi enterprise dengan tingkat keamanan dan keandalan yang sangat tinggi. Berdasarkan data DB-Engines March 2025, Oracle masih kokoh di puncak sebagai database paling populer di dunia sejak 2012.

Kelebihan:

  • Keandalan dan waktu beroperasi yang luar biasa, bisa jalan 24/7 tanpa masalah.
  • Tingkat keamanan perusahaan yang super ketat dengan enkripsi canggih.
  • Kemampuan penskalan horizontal dan vertikal yang kuat untuk data besar.
  • Dukungan dan dokumentasi yang lengkap dengan komunitas yang besar.
  • Alat optimisasi kinerja yang canggih.
  • Kepatuhan ACID yang sempurna untuk transaksi kritis.

Kekurangan:

  • Harga lisensi yang mahal banget, tidak cocok untuk perusahaan rintisan.
  • Kurva pembelajaran yang curam, butuh keahlian khusus.
  • Konsumsi sumber daya yang tinggi, butuh perangkat keras yang mumpuni.
  • Kerumitan dalam administrasi dan pemeliharaan.
  • Ketergantungan vendor yang kuat dengan ekosistem Oracle.
  • MySQL

MySQL adalah database relasional open-source yang menggunakan SQL dengan fokus pada kemudahan penggunaan dan performa yang baik untuk aplikasi web. MySQL terkenal karena gratis, mudah dipelajari, dan memiliki community support yang sangat aktif. Berdasarkan data DB-Engines 2025, MySQL tetap stabil di posisi kedua sebagai database pilihan utama developer di seluruh dunia.

Kelebihan:

  • Gratis dan sumber terbuka, sempurna untuk anggaran terbatas.
  • Mudah dipelajari dengan dokumentasi yang ramah pengguna.
  • Kinerja yang sangat baik untuk aplikasi web.
  • Kompatibilitas lintas platform yang luas.
  • Dukungan komunitas yang besar dan aktif.
  • Integrasi yang mudah dengan PHP, Python, dan bahasa lain.

Kekurangan:

  • Fitur canggih yang terbatas dibanding PostgreSQL atau Oracle.
  • Tidak cocok untuk kueri rumit atau analisis data.
  • Keterbatasan mesin penyimpanan untuk beberapa kasus penggunaan.
  • Alat pencadangan dan pemulihan yang dasar.
  • Masalah skalabilitas untuk aplikasi perusahaan yang besar.
  • Microsoft SQL Server

Microsoft SQL Server adalah database relasional yang terintegrasi penuh dengan ekosistem Microsoft, dirancang khusus untuk enterprise yang sudah menggunakan produk-produk Microsoft. SQL Server menawarkan tools administration yang powerful dan Business Intelligence features yang canggih. Berdasarkan data DB-Engines 2025, SQL Server tetap stabil di posisi ketiga dengan focus yang makin kuat ke cloud integration.

Kelebihan:

  • Integrasi yang mulus dengan produk Microsoft (Windows, Office, Azure).
  • Alat manajemen yang ramah pengguna seperti SQL Server Management Studio.
  • Fitur Kecerdasan Bisnis dan pelaporan yang canggih.
  • Kemampuan penyetelan kinerja yang sangat baik.
  • Fitur keamanan yang kuat dengan otentikasi Windows.
  • Integrasi awan dengan Azure yang kuat.

Kekurangan:

  • Biaya lisensi yang mahal, terutama untuk fitur perusahaan.
  • Ketergantungan platform yang tinggi pada ekosistem Windows.
  • Ketergantungan vendor yang kuat dengan Microsoft.
  • Dukungan lintas platform yang terbatas dibanding pesaing.
  • Intensif sumber daya, butuh Windows Server yang kuat.
  • PostgreSQL

PostgreSQL adalah database relasional open-source yang terkenal dengan fitur-fitur advanced dan compliance yang ketat terhadap SQL standards. PostgreSQL mendukung both relational dan non-relational data, making it extremely versatile untuk berbagai jenis aplikasi. Berdasarkan data DB-Engines March 2025, PostgreSQL jadi second biggest climber dan muncul di top climbers dalam 4 dari 6 bulan terakhir.

Kelebihan:

  • Sumber terbuka dan gratis dengan fitur tingkat perusahaan.
  • Dukungan tipe data canggih (JSON, XML, Array, dll).
  • Kepatuhan ACID yang sangat baik dan integritas data.
  • Pengembangan komunitas yang kuat dan pembaruan rutin.
  • Kontrol konkurensi multi-versi yang sangat baik.
  • Arsitektur yang dapat diperluas dengan fungsi dan ekstensi khusus.

Kekurangan:

  • Kurva pembelajaran sedang hingga curam untuk fitur canggih.
  • Kinerja bisa lebih lambat dibanding MySQL untuk operasi baca sederhana.
  • Penggunaan memori yang tinggi untuk kueri rumit.
  • Kerumitan administrasi yang lebih tinggi dari MySQL.
  • Pengaturan replikasi yang lebih rumit.
  • MongoDB

MongoDB adalah salah satu contoh database NoSQL yang menggunakan document-oriented model. NoSQL berarti kamu tidak perlu membuat query yang kompleks untuk mengelola database dengan skema yang fleksibel, data disimpan dalam format JSON-like documents. Berdasarkan data DB-Engines March 2025, MongoDB jadi third biggest climber meski menunjukkan slowdown dalam trend jangka panjang.

Kelebihan:

  • Desain tanpa skema yang fleksibel untuk pengembangan cepat.
  • Penskalan horizontal yang mudah dengan pembagian data.
  • Dukungan JSON asli yang sempurna untuk aplikasi modern.
  • Kinerja tinggi untuk beban kerja baca-berat.
  • Ideal untuk menangani data tidak terstruktur.
  • Siap awan dengan MongoDB Atlas.

Kekurangan:

  • Tidak ada transaksi ACID (sampai versi 4.0).
  • Penggunaan memori yang tinggi karena duplikasi data.
  • Kurva pembelajaran untuk pengembang yang terbiasa dengan SQL.
  • Masalah konsistensi pada lingkungan terdistribusi.
  • Kemampuan kueri yang terbatas dibanding database SQL.
  • Pertumbuhan data yang cepat karena struktur dokumen.

Siapa pemenangnya?

Database adalah sekumpulan data yang tersimpan secara sistematis dan terorganisir, yang dapat diakses, dikelola, dan diperbarui dengan efisien. Dalam dunia teknologi yang terus berkembang pesat, pemilihan database yang tepat bukan sekadar tentang popularitas, melainkan tentang kecocokan dengan kebutuhan spesifik proyekmu.

Pilih Oracle kalau kalian butuh database yang super reliable untuk enterprise-level applications dan budget nggak masalah.

Pilih MySQL kalau kalian baru mulai belajar atau bikin aplikasi web dengan budget terbatas.

Pilih Microsoft  SQL Server kalau perusahaan kalian udah deep dalam ekosistem Microsoft.

Pilih PostgreSQL kalau kalian developer yang suka eksplorasi fitur-fitur advanced dan pengen database yang powerful tapi gratis.

Pilih MongoDB kalau project kalian butuh flexibility tinggi dan dealing dengan unstructured data.

Kabinet Akashma

#HIMATRO

#UNILA

#TEKNIKELEKTRO

#HIMATRO2025

#KABINETAKASHMA